KINERJA PEREKONOMIAN KAB.BONDOWOSO TRIWULAN II 2026
Kinerja perekonomian Kabupaten Bondowoso menunjukkan perkembangan yang positif pada Triwulan II tahun 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, perekonomian Bondowoso tumbuh sebesar 5,83 persen secara year-on-year (yoy), meningkat dibandingkan Triwulan II tahun sebelumnya yang berada pada angka 5,42 persen. Pertumbuhan ini juga tercatat lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Provinsi Jawa Timur sebesar 5,72 persen dan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen.
Secara nominal, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Bondowoso berdasarkan ADHB pada Triwulan II 2026 mencapai Rp8,23 triliun. Sementara itu, pertumbuhan secara quarter-to-quarter (q-to-q) tercatat sebesar 13,40 persen, yang menunjukkan adanya peningkatan aktivitas ekonomi yang cukup kuat dibandingkan triwulan sebelumnya.
Jika dibandingkan dengan kabupaten/kota di sekitarnya, pertumbuhan ekonomi Bondowoso sebesar 5,83 persen juga menunjukkan posisi yang cukup baik. Bondowoso tumbuh lebih tinggi dibandingkan Lumajang sebesar 5,68 persen, Jember 5,90 persen, dan Situbondo 5,24 persen, meskipun masih berada di bawah Banyuwangi yang mencapai 6,09 persen.
Dari sisi pengeluaran, struktur PDRB Bondowoso didominasi oleh pengeluaran rumah tangga sebesar 71 persen, disusul pembentukan modal tetap bruto sebesar 23 persen dan pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 8 persen. Sementara dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan memberikan kontribusi sebesar 28 persen, industri pengolahan sebesar 23 persen, serta perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 16 persen.
Capaian pertumbuhan tersebut menjadi sinyal positif bahwa aktivitas ekonomi masyarakat Bondowoso terus bergerak dan memiliki peluang untuk semakin berkembang. Pertumbuhan di atas rata-rata Jawa Timur dan nasional juga menjadi modal penting untuk memperkuat optimisme terhadap perekonomian daerah.
Ke depan, harapannya pertumbuhan ekonomi Bondowoso dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan secara inklusif dan berkelanjutan. Peningkatan produktivitas sektor pertanian, penguatan industri pengolahan, pengembangan perdagangan dan UMKM, serta peningkatan investasi diharapkan mampu menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin kuat, kita berharap perbaikan ekonomi akan diikuti oleh peningkatan kesejahteraan masyarakat Bondowoso yang semakin meningkat, ditandai dengan meningkatnya kesempatan kerja, daya beli, pendapatan masyarakat, serta kualitas hidup secara keseluruhan. Pertumbuhan ekonomi bukan sekadar angka, tetapi harus mampu dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.
Ke depan, kita berharap pertumbuhan ekonomi Bondowoso terus membaik dan semakin berkualitas, sehingga diikuti dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang semakin nyata. Pendapatan meningkat, lapangan pekerjaan semakin luas, usaha masyarakat semakin berkembang, kemiskinan terus menurun, dan kualitas kehidupan masyarakat semakin baik.
Pada akhirnya, Bondowoso Berkah bukan hanya tentang pertumbuhan ekonomi, tetapi tentang bagaimana pertumbuhan tersebut menjadi keberkahan bagi seluruh masyarakat Bondowoso.